Kunjungan Kerja Komisi A DPRD DIY ke Banhubda DIY Tahun 2021

Jakarta (11/2/2021) kaperda.jogjaprov.go.id – Komisi A DPRD DIY melaksanakan Kunjungan Kerja ke Badan Penghubung Daerah Pemda DIY pada Rabu (10/2/2021) di Anjungan DIY TMII Jakarta. Komisi A yang membawahi Bidang Pemerintahan diketuai oleh Eko Suwanto, ST. M.Si. yang juga merangkap anggota membawa rombongan sebanyak 9 orang.

Kunjungan Kerja Dalam Jawa Komisi A DPRD DIY dalam rangka Pendampingan Kegiatan Mitra Kerja Program Penyelenggaraan Kaistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan, Kegiatan Adat Seni Tradisi dan Lembaga Budaya.

Wakil Ketua Komisi A, Drs. H. Suwardi, menyampaikan bahwa pentingnya rasa memiliki Anjungan DIY sebagai ikon publik.

“Bagaimana kemudian, ikon yang kita punya ini, Anjungan Yogyakarta ini menjadi kebanggaan publik yang datang ke TMII, ini adalah PR kita, ini adalah tugas yang harus kita lakukan, sehingga salah satu saran yang perlu kami sampaikan, Bu Ninuk, dari semua yang sudah baik ini, bagaimana sesungguhnya kita semua mampu untuk menggapai warga Jogja yang datang dari Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, Bantul dan Kota Jogjakarta, ini adalah milik kita. Oleh karenanya disini pentingnya Banhubda untuk mempromosikan DIY di Jakarta”, pungkas Suwardi.

Wakil Ketua Komisi A, Drs. H. Suwardi dalam sambutannya

Ketua Komisi A, Eko Suwanto juga menyampaikan untuk hal promosi Yogyakarta tidak hanya di instansi yang ada di Jakarta saja, namun harus ada upaya untuk mempromosikan hingga ke Kedutaan Besar.

“Mendayagunakan, mengoptimalkan hubungan baik antara Banhubda dengan kedutaan-kedutaan besar maupun konsulat yang ada di Jakarta. Ini yang sering kali luput dari perhatian. Kami melihat dari latihan gamelan dan tari itu ada lho istrinya Dubes Jepang misalnya, ikut latihan. Ini artinya, ini bisa membangun hubungan baik. Sementara Pemda DIY punya kerjasama dengan Kyoto misalnya dan beberapa wilayah di luar negeri. Sehingga ini perlu dioptimalkan kemudian disinergikan dengan BKPM”, kata Eko.

Ketua Komisi A, Eko Suwanto, ST, M.Si. dalam sambutannya

Selain itu, Eko meminta dalam menjalin relasi ke Kedutaan Besar baiknya diadakan pertemuan secara khusus kepada Kedutaan Besar dan Konsulat yang ada di Jakarta dan memperkuat peran Banhubda di masa yang akan datang.

“Ada baiknya kita adakan gathering secara khusus bagi Kedutaan dan Konsulat. Paling tidak beliau-beliau (para Dubes) yang pernah menghadiri pertunjukan wayang, tarian, ketoprak dan ikut latihan nari, barangkali sudah kenal baik. Sehingga ini sangat baik karena saya lihat di bulan Mei ini misalnya ada jadwal (Dubes) silaturahmi dengan Gubernur. Ini kan sangat bagus kalau ke depan ada silaturahmi antara Gubernur, kemudian Komisi A dan Pimpinan DPRD, juga dengan para Duta Besar dalam suasana yang ramah dan khas Jogja. Ini harapan kita untuk membangun kerjasama di masa yang akan datang. Kebetulan Komisi A kemarin sudah disetujui oleh Bapem Perda sudah resmi mengajukan rancangan kerja tentang kerjasama dan salah satunya adalah memperkuat peran Banhubda”, jelas Eko dalam sambutannya.

Transformasi digital menjadi tantangan dalam mempromosikan kebudayaan secara virtual. Tidak hanya dalam konten bentuk produk kebudayaan yang ditampilkan, namun saat proses latihan pun dapat menjadi konten. Dalam hal ini pentingnya menjalin kerjasama dengan Kominfo untuk menghadirkan content creator.

“Ke depan juga ada baiknya koordinasi dengan Kominfo untuk menghadirkan konten-konten kreator yang bagus dan hebat untuk bisa mendorong masyarakat DIY ini memanfaatkan teknologi dalam era transformasi digital ini dengan cepat”, tambah Eko.

Dr. Stevanus C. Handoko, S.Kom. MM, salah satu anggota Komisi A yang ahli dibidang teknologi informasi menyampaikan pentingnya beradaptasi terhadap penggunaan teknologi di masa pandemi.

“Kalau kita lihat beberapa waktu yang lalu, pementasan secara harfiah dilaksanakan secara offline, kita hadir kesana. Tapi dibeberapa negara memandang bahwa sudah tidak bisa lagi menunggu pandemi ini selesai kemudian pementasan baru bisa dilaksanakan. Latihan dan pementasan sudah saatnya memanfaatkan teknologi informasi. Bagaimana masyarakat yang rindu dengan pementasan, rindu dengan latihan, rindu dengan kondisi sebelumnya (pandemi) bisa merasakan hal tersebut dengan pemanfaatan teknologi,” kata Stev saat melanjutkan pidato dari Ketua Komisi A.

Acara ditutup dengan jamuan makan siang bersama di Pendopo Agung Anjungan DIY TMII.