Kembalinya Pentas Tari Gagrak Yogyakarta

Jakarta (20/11/2021) kaperda.jogjaprov.go.id – Yogyakarta sebagai salah satu pusat kesenian dan kebudayaan Jawa di Indonesia, memiliki peranan penting dalam menjaga tradisi dan melestarikannya. Peranan Kraton Ngayoyakarta Hadiningrat memberikan pengaruh yang besar terhadap berbagai kesenian terutama seni tari

Pergelaran Drama Menak yang merupakan salah satu pentas tari khas Yogyakarta kembali digelar di Pendopo Anjungan DIY TMII. Acara yang terjalin hasil kerjasama antara Badan Penghubung Daerah dan Sanggar Surya Kirana Jakarta pada Sabtu (20/11/2021) pukul 15.00-17.30 WIB ini menarik para pemerhati seni dan tamu undangan yang turut hadir di lokasi maupun secara daring selama pergelaran berlangsung.

Tari Sekar Pujiastuti karya K.R.T. Sasmintadipura yang diciptakan pada tahun 1979 menjadi tarian sambutan untuk mengawali pergelaran tersebut. Turut hadir keluarga Trah Pakualaman di Jakarta, Direktur Eksekutif Taman Mini Indonesia Indah, seniman tari dan segenap tamu undangan.

Kepala Badan Penghubung Daerah DIY, Nugrohoningsih, SIP berterimakasih kepada Sanggar Surya Kirana yang turut melestarikan tarian khas Yogyakarta di Jakarta.

“Kami mendorong pementasan oleh Sanggar Surya Kirana Jakarta karena satu-satunya Sanggar Tari Gagrak Yogyakarta di Jakarta yang kami ketahui. Sangat luar biasa sekali kami bersama-sama Sanggar Surya Kirana dapat mementaskan Golek Menak ini. Golek Menak suatu babad yang dibuat oleh Kanjeng Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Kaping Sanga. Drama Menak ini menceritakan tentang bagaimana Islam disebarkan di tanah Jawa ini. Kami terimakasih kepada Sanggar Surya Kirana karena perhatiannya terhadap tari Gagrak Jogja. Karena salah satu tupoksi kami Badan Penghubung Daerah adalah melestarikan budaya Jogjakarta,” kata Nugrohoningsih, wanita yang akrab dipanggil Bu Ninuk.

Direktur Eksekutif Taman Mini Indonesia Indah, I Gusti Putu Ngurah Sedana yang turut menyampaikan sambutan, berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan di seluruh Anjungan Daerah TMII.

“Taman Mini sebagai rekreasi budaya memberikan tempat bagi daerah untuk bisa menampilkan budaya, alam dan investasi yang ada di daerahnya. Taman Mini bersama anjungan daerah berkomitmen dan bersinergi untuk terus bersama mengajak dan mendorong agar tiap-tiap anjungan berperan aktif dalam melangsungkan kegiatan. Alhamdulillah selama saya sebagai Direktur Eksekutif, saya tidak pernah absen di dalam undangan. Saya selalu hadir untuk memberikan support kepada teman-teman anjungan semua. Mudah-mudahan event-event seperti ini bisa berkelanjutan dan berjalan dengan aman dan lancar,” kata Sedana.

Acara kemudian dilanjutkan pementasan Tari Serimpi Sari Kembar dan puncaknya Pergelaran Drama Menak dengan cerita Putri Kaelani.

Putri Kaelani adalah putri dari Prabu Kelanjajali yang bertahta di kerajaan Kelan. Ia berparas cantik dan memiliki kekuatan yang luar biasa. Karena kekuatannya itulah ia dinobatkan sebagai senopati dalam perang melawan Tiyang Agung Jarengrana. Akan tetapi, apa yang terjadi setelah Putri Kaelani atau yang dikenal dengan Kelaswara. Apakah ia dapat mengalahkan Jayengrana?

Penasaran?

Kunjungi channel YouTube Badan Penghubung Daerah DIY pada link berikut Drama Menak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *