Banhubda DIY dan Paguyuban SMS, Tetap Lestarikan Pergelaran Wayang di Era Pandemi

Jakarta (1/3/2021) kaperda.jogjaprov.go.id – Paguyuban Keluarga Sleman Manunggal Sembada (SMS) bekerjasama dengan Badan Penghubung Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan bedah buku, santunan anak yatim piatu dan dhuafa serta pergelaran wayang kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun Paguyuban SMS ke-19, pada Minggu (28/2/2021) pukul 09.00 – 17.00 WIB di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta TMII Jakarta.

Kegiatan HUT SMS diawali dengan bedah buku yang berjudul “Adat Perkawinan Yogyakarta” karya Dr. Drs. H. Tukiman Ws, S.H., M.M., M.H. yang juga selaku Ketua Paguyuban SMS Jakarta dan sekitarnya. Acara yang dihadiri kurang lebih 100 undangan ini dipuncaki dengan Pergelaran Wayang Kulit Cerita Rojomolo Gugur, dengan dalang Ki Edi Suwondo Gito Gati.

Cerita “Rojomolo Gugur” oleh dalang Ki Edi Suwondo Gito Gati, Minggu (28/2/2021)

Antusias anggota SMS dan pengunjung TMII nampak terlihat dari banyaknya yang menonton acara wayang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Panitia acara pun tak lupa juga menyediakan tempat cuci tangan di bagian masuk Pendopo Agung.

“Kami keluarga Paguyuban Sleman Manunggal Sembada, berterimakasih kepada Pemda DIY melalui Banhubda atas terselenggaranya acara wayang yang didukung oleh Dais (Dana Keistimewaan) Tahun 2021. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi wadah guyub masyarakat Sleman yang ada di Jabodetabek khususnya, maupun warga Jogjakarta pada umumnya. Selamat menonton wayang,” kata Tukiman dalam sambutannya.

Akhir acara, tim Banhubda DIY berkesempatan mewawancarai Dr. Drs. H. Tukiman Ws yang menyampaikan untuk tetap melestarikan seni dan budaya Jogjakarta ditengah era pandemi Covid-19.

“Kami sebagai Ketua Paguyuban Sleman Manunggal Sembada mengikuti acara HUT SMS ke-19, kami berharap bahwa Banhubda tetap mendukung paguyuban dalam rangka melestarikan budaya Jogjakarta. Dan kami berharap juga kepada seluruh warga SMS dimanapun berada, untuk tetap menyengkuyung kebudayaan Jogjakarta meskipun dalam era Covid-19. Dan kami berharap Banhubda dan juga SMS tetap menjaga kesehatan, juga tetap semangat di dalam era covid ini dan selalu mengadakan koordinasi di dalam pengembangan seni budaya, khususnya Jogjakarta. Demikian terimakasih,” kata Tukiman selepas acara selesai.

Selain itu, dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Banhubda DIY, Nugrohoningsih, SIP juga menyampaikan bahwa pentingnya kaderisasi bagi Paguyuban SMS.

“Kami berharap bahwa SMS yang sudah berumur 19 tahun, lebih maju, banyak anggota-anggota SMS yang ada di Jakarta menjadi aktif di dalam paguyuban, sehingga anggota SMS akan lebih besar. Dan mungkin harus ada regenerasi di anak-anak muda yang masuk menjadi anggota paguyuban dan berusaha untuk memajukan paguyuban. Intinya anak muda SMS juga kersa untuk berperan serta di dalam paguyuban SMS. Karena tanpa kaderisasi, nanti takut kalau yang sepuh-sepuh sudah sepuh sekali dan anak muda belum ada kaderisasinya, itu nanti SMS akan rugi. Dan saya berharap masyarakat SMS lebih maju, lebih sejahtera dan lebih bahagia. Di dalam pandemi ini, saya berharap kegiatan Banhubda tetap seperti biasa dan tersiar di seluruh masyarakat diaspora di Jakarta meskipun dengan daring, maturnuwun,” kata Nugrohoningsih yang akrab disapa Ninuk pada Senin (1/3/2021) di Kantor Banhubda DIY Menteng, Jakarta Pusat.